|
Ya Allah
Malam ini adalah malam kesekian dalam untaian hari hari merajut asa Kuhadapkan wajah penuh debu dalam hadirat Mu Kucoba menggapai nostalgia manis yang pernah teruntai bersama Ya Allah Hariku lewat satu persatu dalam ketiadaan Ketika ku semakin tak menyadari siapa diriku dan hingga akupun tak tahu siapa Engkau bagiku Ya Rabbi Telah sedemikian tebalkah sekat antara kita Telah begitu kokohkan dinding pemisah antara kita Hingga tak ku tahu lagi sejuknya siraman kasih Mu Hingga ku tak pernah lagi rundu berkhalwat dengan Mu Rabbi Tak tahu apa yang harus ku sampaikan pada Mu Merenung dan menatap jalan panjang ke depan? Rabbi Bantu aku menghiasi bilik itu Agar dapat menerangi pori pori kehidupanku Izinkan aku bernafas dalam buaian Mu Hingga ringan langkahku dalam ketaatan pada Mu Tak ada yang terindah selain Engkau dalam jiwaku Rabbi Izinkan darahku mengalir dalam dzikir pada Mu Sungguh Rabbi Aku rindu *mengambil air wudhu* |