Entry: sunyi... Monday, May 11, 2009



Baru 10 hari yang lalu saya menginjakkan kaki saya kembali di Koeln. Setelah 8 minggu berada di tanah air dan di manjakan dengan keluarga Wink. Eiitss...bukan berarti saya baru saja melakukan liburan yaa di rumah. Walaupun saya harus mendatangi beberapa instansi untuk keperluan thesis, namun saya tidak harus mengkhawatirkan harus masak atau makan apa hari ini, karena umi tercinta sudah menyiapkan makanan di rumah Angry.  Pastinya bisa bertemu kembali dengan kuliner-kuliner khas negeri yang sudah lama lidah ini tidak merasakan. Bisa merasakan kembali suasana rumah memang perasaan tidak ada duanya.

Pada awal kedatangan di rumah, saya sempet merasa sedikit terganggu dengan suara "khas" rumah di pagi hari. Ada suara mengetuk-ngetuk kamar mandi karena adik yang menghabiskan waktu cukup lama di dalam, atau suara umi yang sibuk menyiapkan sarapan (pastinya di temani dengan wangi masakan..), atau juga suara ibu tetangga sebelah yang dengan semangat cukup tinggi memanggil tukang bubur ayam langganan.

Selama tinggal di studentenwohnheim saya terbiasa dengan suasana sunyi. Seringkali saya hanya di temani suara winamp atau TV semata jika tetangga sedang tidak berada di kamarnya. Kehidupan serba individualis di jerman memungkinkan saya untuk terbiasa dengan sunyi di lingkungan sekitar. Bahkan saya kadang merasa terganggu dengan suara teratur walaupun dengan desibel yang rendah atau sedang, misalnya tetangga di sisi sebelah gedung yang tiba-tiba menyalakan bornya atau entah apa yang sedang dia kerjakan.

Sesampainya kembali saya di jerman, saya merasakan suasana sunyi lagi. Seperti biasa, jika tetangga sebelah kamar sedang keluar dan tetangga lain sedang sibuk dengan urusan sendiri, dan kebetulan saya sedang di kejar-kejar "garis mati" progress report sebelum bertemu dengan Professor, sunyi menjadi teman saya.

Suatu saat ketika terbangun dari tidur, tiba-tiba saya merasa kesepian yang amat luar biasa. Walaupun winamp sedang memutarkan lagu-lagu favorit, namun mendadak saya merasa "sepi". Saya memutuskan untuk menelepon rumah di Indonesia melalui layanan internet. Setelah berbicara selama hampir sejam lamanya, saya mengira rasa sepi itu hilang. Saya pun melanjutkan kegiatan seperti biasa.

Keesokan harinya, saya kembali di liputi rasa sepi dan sendiri.

Mungkin diri ini hanya sedang menyesuaikan dengan lingkungan sepi kembali di jerman.

miss home already...

   1 comments

Andi Cihuy
May 21, 2009   08:03 AM PDT
 
sabar yah crut... entah itu sindrom apa namanya, tapi yang pasti itu wajar kok....

kesuksesan besar memang harus didapat dengan perjuangan besar pula... :D

eniwe, ai olredi hef a nu blog crut, plis bi kain to fisit it yah....

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments