Photobucket








Photobucket

   

<< September 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


 
Wednesday, June 10, 2009
Munajat
Ketika saya berkunjung ke Bandung beberapa bulan yang lalu, saya di berikan buku motivasi diri (ya ya ya, untuk urusan thesis terkutuk inih) oleh seorang teman. Ketika saya membolak balikkan hingga halaman terakhir, ternyata ada sebuah doa munajat di bagian akhir halaman buku tersebut. Subhanallah, doanya sangat indah sekali, cocok untuk saya yang sedang merasa "jauh" dengan Nya.


Ya Allah
Malam ini adalah malam kesekian dalam untaian hari hari merajut asa
Kuhadapkan wajah penuh debu dalam hadirat Mu
Kucoba menggapai nostalgia manis yang pernah teruntai bersama

Ya Allah
Hariku lewat satu persatu dalam ketiadaan
Ketika ku semakin tak menyadari siapa diriku
dan hingga akupun tak tahu siapa Engkau bagiku

Ya Rabbi
Telah sedemikian tebalkah sekat antara kita
Telah begitu kokohkan dinding pemisah antara kita
Hingga tak ku tahu lagi sejuknya siraman kasih Mu
Hingga ku tak pernah lagi rundu berkhalwat dengan Mu

Rabbi
Tak tahu apa yang harus ku sampaikan pada Mu
Merenung dan menatap jalan panjang ke depan?

Rabbi
Bantu aku menghiasi bilik itu
Agar dapat menerangi pori pori kehidupanku
Izinkan aku bernafas dalam buaian Mu
Hingga ringan langkahku dalam ketaatan pada Mu
Tak ada yang terindah selain Engkau dalam jiwaku

Rabbi
Izinkan darahku mengalir dalam dzikir pada Mu
Sungguh Rabbi
Aku rindu

*mengambil air wudhu*

Posted at 03:50 pm by wiwin
Comment (1)  

 
Monday, June 08, 2009
hari ini, dua tahun yang lalu...
Hari ini, dua tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di jerman..jiaaah...berlebihan ya kedengerannya Big Smile. Memang dua tahun belumlah terlalu lama diri ini berada di negeri "sosis" ini. Belum banyak pula pengalaman yang sudah diterima. Masih pula diri ini harus berpikir agak sedikit lama untuk mengingat rumusan gramatik artikel bahasa jerman (yang lumayan rumit itu) bila di ajak berbicara.

Namun, selama dua tahun ini saya merasa menjadi orang yang berbeda dari sebelumnya. Kata dosen saya di kampus bogor sih lebih kelihatan percaya diri, hahaha. Pastinya saya sangat bersyukur bisa di berikan kesempatan untuk bisa menimba "ilmu" disini. Walaupun secara akademik saya merasa tidak terlalu banyak menerima, namun pengalaman inter kultur yang saya dapatkan disini dengan beberapa teman dari berbagai negara, sungguh merupakan pengalaman yang sangat sangat berharga. Subhanallah, saya memang harus sering sering bersyukur kepada Sang Maha Pemberi di Atas sana, bahwa manusia di ciptakan dengan keunikan masing masing.

Seringkali diri ini merenung bila sedang duduk sendiri di dalam kereta metro, merasa tidak percaya bahwa saya sedang berada di jerman..hahaha. Sebelumnya sama sekali diri ini tidak pernah membayangkan akan berada di negeri pecinta sepak bola ini. Mungkin sudah jodohnya.

Tjah..dalam hitungan bulan mungkin diri ini akan bersiap siap untuk meninggalkan jerman karena urusan studi yang hampir selesai (chayooooo!!). Sedih rasanya, namun hidup terus berjalan.So ist das Leben. Jerman dan segala sesuatu yang saya telah dapat disini akan selalu menjadi bagian dari hidup saya.

P.S. Sebelll nggak bisa posting foto disini Sad

Posted at 08:22 am by wiwin
Comments (2)  

 
Thursday, May 28, 2009
siti nurbaya jaman sekarang
Sewaktu saya pulang ke Indonesia waktu lalu, hampir semua handai taulan dan teman sibuk bertanya apakah saya membawa oleh-oleh hidup bersama saya dari Jerman (baca: pacar bule). Hahaha..wong saya jauh-jauh ke Jerman bukan untuk cari pacar bule, ya jangan kecewa kalau saya pulang tidak membawanya ya.

Entah sudah berapa juta kali *menoyor diri sendiri* diri ini di jodohkan dengan kenalan, saudara sepupu, ipar dari teman-teman. Bukan saya tidak bersyukur, namun kadang mereka yang lebih exicited daripada saya yang jelas-jelas sebagai subjek penderita (loh..loh), kadang membuat saya merasa tidak enak karena di anggap kurang menghargai mereka. I do, I really do appreciate them, cuma perasaan kadang sulit untuk di paksakan. Love don't come easy, menurut Phil Collins Wink. Mungkin karena sifat saya yang agak sedikit sulit untuk langsung akrab dengan orang yang baru saja dikenal, menimbulkan kesan bahwa saya sedikit pendiam dan sombong pada kali pertama bertemu.

Pernah saya menjalani proses perjodohan dari seorang teman baik (yang sedikit kurang waras), setelah kira-kira dua bulan berkirim pesan singkat dan bertemu dua kali, akhirnya sang pria berkata bahwa kita lebih baik hanya berteman.

Belum jodoh barangkali.

Pernah juga saya menerima pesan singkat di kanal maya yang menyatakan untuk berkenalan, tanpa memberitahukan darimana dia mendapat email saya. Saya yang merasa sedikit takut akhirnya cuma menjawab sekenanya. Setelah di telurusi ternyata sang pria adalah keponakan dan ipar dari seorang teman baik yang kebetulan memang mencari pasangan.

Berbagai cara sudah di lakukan para handai taulan yang tentu saja perhatian (dan prihatin) kepada saya karena masih juga belum mendapatkan pasangan sampai sekarang, hahaha (kok jadi nge-nes gini ceritanya). Pastinya tekanan untuk segera mendapatkan pasangan sudah mulai sedikit menyerang dari berbagai pihak.

"jangan kebanyakan milih lah jeng, nobody's perfect"
"jangan ketinggian sekolah, nanti susah cari jodohnya"
"minta kenalin dong sama temen-temen kamu, katanya punya banyak temen"

Hahahaha..perkataan di atas hanya sebagian kecil saja yang saya terima selama dua tahun terakhir ini.

Hey, I dont choose to be still single at my age now. Hanya saja Yang Maha Pengatur di atas sana sedang mempersiapkan sesuatu yang indah untuk saya Wink, pastinya dengan cara Nya yang indah. Who knows.

*Terngiang-ngiang lagu Oppie*

Mereka bilang sudah saatnya karena usia
Untuk mencari kekasih hati
Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku
Pada waktu dan cara yang indah




Posted at 01:56 pm by wiwin
Comments (3)  

 
Tuesday, May 26, 2009
ternyata tidak se"dingin" itu...
Perkumpulan Pelajar Indonesia atau yang biasa di sebut PPI di Koeln sedang giat-giatnya mengadakan acara. Setelah vakum selama dua tahun, akhirnya PPI Koeln yang sudah memiliki kepengurusan baru sampai tahun 2010 ingin menunjukkan giginya (perumpamaan yang sedikit aneh). Dari acara main billiard bareng, Indonesian Day, hingga sport festival yang bakal di adakan agustus nanti.

Indonesian Day yang akan di adakan tanggal 1 Juni nanti akan menampilkan tari-tarian (bali dan saman), pembacaan puisi, drama kerajaan, pagelaran busana daerah, vocal group, berbagai stand makanan dan minuman khas negeri, dan banyak lagi kegiatan lain.

Saya disini ikut berpartisipasi dalam berjualan minuman sop buah khas bandung Big Smile. Tadinya saya pikir karena saya sedang sibuk dengan urusan thesis (halah!), malas sekali rasanya ikut berpartisipasi. Tapi kemudian karena di iming-imingi untung yang (biasanya) lumayan besar jika kita ikut berpartisipasi dalam berjualan makanan atau minuman. Di tambah lagi cuaca yang (kadang) mendukung, akhirnya saya memutuskan untuk ikut dalam mencari untung dengan berjualan minuman Tongue.

Hari ini saya dan beberapa teman memutuskan untuk berbelanja perlengkapan berdagang, seperti cool box, gelas dan sendok plastik dan barang-barang lainnya. Karena cuaca yang kadang bersahabat dan kadang tidak, sepulangnya dari berbelanja dengan suksesnya kami di guyur hujan di tengah jalan. Hujan kali ini tidak seperti biasanya yang hanya rintik-rintik, namun kali ini hujan agak sedikit lebat. Kami pun memutuskan untuk berteduh di salah satu gedung tempat tinggal orang lain yang berjarak kurang lebih 1 km dari gedung dimana saya tinggal. Tidak terlalu jauh memang, namun karena hujan agak sedikit lebat kami memutuskan untuk berteduh.

Kemudian ada seorang wanita Jerman yang tiba-tiba membuka pintu depan gedung dan mempersilahkan kami masuk ke dalam gedung. Kami sangat terkejut mengingat kebiasaan orang Jerman pada umumnya (sekali lagi pada umumnya!!) yang di kenal "dingin" apalagi terhadap orang asing seperti kami. Alhamdulillah, kami pun bisa berteduh di dalam dan wanita tersebut kembali ke tempat tinggalnya di atas. Kurang dari sepuluh menit kemudian, wanita tadi turun kembali dan berkata bahwa hujan sudah mulai sedikit reda. Kami pun memutuskan untuk melanjutkan berjalan kembali, dan wanita ini menawarkan untuk mengantarkan kami dengan mobilnya karena beliau akan sekalian berbelanja. Subhanallah, sungguh baik sekali hati wanita ini. Akhirnya kami pun ikut ke dalam mobilnya dan melaju menuju gedung tempat tinggal saya yang tidak terlalu jauh. Di dalam mobil pun kami saling memperkenalkan nama masing-masing. Wanita yang sangat ramah ini ternyata bernama Yosi. Kami pun mengundang beliau untuk datang ke acara Indonesian Day tanggal 1 Juni. Kurang dari lima menit kemudian, kami pun sampai di gedung tempat tinggal saya.

Ternyata tidak semua orang Jerman itu "dingin", buktinya ada yang sangat baik hati mengantar kami pulang walaupun kami orang asing Smile.

Posted at 07:12 pm by wiwin
Comments (5)  

 
Monday, May 11, 2009
sunyi...
Baru 10 hari yang lalu saya menginjakkan kaki saya kembali di Koeln. Setelah 8 minggu berada di tanah air dan di manjakan dengan keluarga Wink. Eiitss...bukan berarti saya baru saja melakukan liburan yaa di rumah. Walaupun saya harus mendatangi beberapa instansi untuk keperluan thesis, namun saya tidak harus mengkhawatirkan harus masak atau makan apa hari ini, karena umi tercinta sudah menyiapkan makanan di rumah Angry.  Pastinya bisa bertemu kembali dengan kuliner-kuliner khas negeri yang sudah lama lidah ini tidak merasakan. Bisa merasakan kembali suasana rumah memang perasaan tidak ada duanya.

Pada awal kedatangan di rumah, saya sempet merasa sedikit terganggu dengan suara "khas" rumah di pagi hari. Ada suara mengetuk-ngetuk kamar mandi karena adik yang menghabiskan waktu cukup lama di dalam, atau suara umi yang sibuk menyiapkan sarapan (pastinya di temani dengan wangi masakan..), atau juga suara ibu tetangga sebelah yang dengan semangat cukup tinggi memanggil tukang bubur ayam langganan.

Selama tinggal di studentenwohnheim saya terbiasa dengan suasana sunyi. Seringkali saya hanya di temani suara winamp atau TV semata jika tetangga sedang tidak berada di kamarnya. Kehidupan serba individualis di jerman memungkinkan saya untuk terbiasa dengan sunyi di lingkungan sekitar. Bahkan saya kadang merasa terganggu dengan suara teratur walaupun dengan desibel yang rendah atau sedang, misalnya tetangga di sisi sebelah gedung yang tiba-tiba menyalakan bornya atau entah apa yang sedang dia kerjakan.

Sesampainya kembali saya di jerman, saya merasakan suasana sunyi lagi. Seperti biasa, jika tetangga sebelah kamar sedang keluar dan tetangga lain sedang sibuk dengan urusan sendiri, dan kebetulan saya sedang di kejar-kejar "garis mati" progress report sebelum bertemu dengan Professor, sunyi menjadi teman saya.

Suatu saat ketika terbangun dari tidur, tiba-tiba saya merasa kesepian yang amat luar biasa. Walaupun winamp sedang memutarkan lagu-lagu favorit, namun mendadak saya merasa "sepi". Saya memutuskan untuk menelepon rumah di Indonesia melalui layanan internet. Setelah berbicara selama hampir sejam lamanya, saya mengira rasa sepi itu hilang. Saya pun melanjutkan kegiatan seperti biasa.

Keesokan harinya, saya kembali di liputi rasa sepi dan sendiri.

Mungkin diri ini hanya sedang menyesuaikan dengan lingkungan sepi kembali di jerman.

miss home already...

Posted at 07:43 pm by wiwin
Comment (1)  

 
Thursday, April 09, 2009
teman lama
Hari ini adalah hari pemilu. Sebagai warga negara yang baik, saya dan keluarga pergi untuk memilih wakil rakyat di TPS terdekat. Setelah selesai melakukan kewajiban untuk negara (halah..), ada suara wanita yang memanggil nama saya, saya pun menengok, olala..ternyata ada teman wanita dari sekolah dasar dulu yang kebetulan menjadi panitia pemilu di tempat saya tinggal.

Saya pun datang menghampirinya dan berkata, "haaiii...apa kabar?", kemudian dia membalasnya dengan, "belum married lo win? anak gue aja udh kelas dua SD win"

yo opoooo tho rek?!?!

it would be nice if she just replied me with, "gw baik-baik aja win, lo sendiri apa kabarnya?"

Posted at 05:54 am by wiwin
Comments (3)  

 
Saturday, March 28, 2009
kesal yang sok tau..
Sudah hampir 4 minggu saya berada di tanah air. Gembira hati ini rasanya bisa bertemu dengan keluarga, teman dan handai taulan setelah hampir dua tahun berpisah. Sesampainya saya di rumah, ternyata banyak muka-muka baru yang saya tidak kenali. Seperti sepupu-sepupu yang semakin dewasa, subhanallah, padahal hanya dua tahun saya tinggalkan negeri ini. Banyak sekali perubahan yang terjadi di sekitar.

Namun sayangnya setelah seminggu saya berada di rumah saya langsung di vonis radang lambung oleh dokter. Akibat dari pola makan yang berantakan sebelum saya berangkat ke tanah air. Sempat diri ini di duga hamil karena seharian "mengeluarkan" isi makanan melalui mulut, wong nikah aja belum kok bisa hamil Big Smile(eh bisa juga yah itu mah??).Tapi alhamdulillah kini kondisi badan sudah semakin membaik (assikkk..bisa makan mie ayam lagi!!). Oh ya, sekedar informasi: saya masih perawan Smile.

Berhubung saya harus mengakses berbagai macam jurnal untuk keperluan thesis dan berkorenpondensi dengan teman-teman (alasan pembenaran dari penerusan kebiasan chatting!), akhirnya saya memutuskan untuk memasang internet dengan salah satu vendor yang sudah cukup terkenal di tanah air. Setelah 2 minggu pemakaian, suatu hari saya menemukan bahwa salah satu indikator di modem tidak berfungsi. Saya langsung menelepon operator vendor untuk memberitahukan hal ini, sang operator kemudian berjanji untuk menghubungi salah satu teknisi, which she did after several hours waiting. Kemudian sang teknisi menghubungi telepon selular saya dan memberitahu bahwa jaringan dalam kondisi baik-baik saja. Saya bingung, kenapa lampu indikator tidak menyala di dalam modem, berarti ada sesuatu yang salah di sini. Teknisi berkata jika jaringan tidak ada masalah dan ternyata masalah berada pada komputer pelanggan, itu di luar tanggung jawab vendor. Ok, that make sense of course. Namun yang sempat membuat saya kesal, teknisi sempat berkata mungkin ada virus yang masuk dan membuat lampu indikator  modem mati?!?!?! heeyyy...make some sense here!

Setelah menutup telepon dengan kesal, ternyata ada satu hal yang baru saya sadari, bahwa:

saya belum menyambungkan kabel modem ke laptop saya.

Big Smile Big Smile Big Smile

Posted at 01:22 am by wiwin
Make a comment  

 
Friday, February 20, 2009
Zwischenmiete
Kurang dari dua pekan lagi saya akan terbang pulang ke rumah. Yup, akhirnya setelah hampir 2 tahun menuntut ilmu, well kali ini bukan untuk pulang selamanya, karena saya hanya melakukan pengumpulan data di tanah air, tentu saja saya harus kembali lagi kesini untuk meneruskan thesis saya.

Karena saya akan meninggalkan kamar selama dua bulan, saya harus mencari seseorang untuk tinggal di kamar saya. Zwischenmieter istilahnya. Biasanya ada saja yang mencari kamar untuk beberapa bulan karena yang bersangkutan akan melakukan praktikum di firma atau keperluan lainnya.

Oke, singkat cerita mulailah saya membuat iklan untuk kamar saya, baik dalam bentuk kertas yang saya tempel di kampus, kafetaria atau di gedung saya, juga dalam bentuk iklan di internet. Awalnya respon yang masuk cukup positif, berhubung tetangga sebelah adalah seorang wanita, saya pun lebih memilih untuk mencari wanita saja. Pada awalnya ada seorang wanita yang tertarik dengan kamar saya,  tapi setelah tiga kali membatalkan janji datang ke koeln untuk melihat kamar karena alasan kesehatan akhirnya dia pun memutuskan untuk tidak mengambil kamar saya. Beberapa minggu kemudian ada seorang gadis yang menelepon saya dan meminta untuk bertemu dengan SEMUA TETANGGA, lah ini apa pula maksudnya, tentu saja sulit untuk mengumpulkan tetangga, secara kehidupan disini lebih individualis. Well, pada suatu hari si gadis ini pun sempat bertemu dengan salah satu tetangga dan akhirnya memutuskan untuk tidak jadi mengambil kamar saya dengan alasan ambient-nya kurang cocok, whatever that means.

Atas informasi dari seorang teman, saya mendapat kabar bahwa akan ada seorang wanita dari Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar dari salah satu universitas negeri di Jogjakarta dengan kampus di mana saya bernaung di sini. Sebutlah namanya Na. Maka dari itu Na hendak mencari kamar selama 6 bulan. Akhirnya saya pun mengirimkan email kepada Na, kebetulan Na langsung mengiyakan untuk mengambil kamar saya. Dia pun akan datang ke sini tanggal 2 maret, sangat kebetulan sekali karena saya akan berangkat tanggal 3 maret. Kebetulan Na akan datang di temani oleh sang ibu ke jerman.

Oke, sampai sini sepertinya tidak ada masalah.

Saya pun pergi ke Studenternwerk untuk membuat kontrak resmi antara saya dengan Na. Semua dokumen sudah siap, tinggal tanda tangan saya di depan Studentenwerk. Ketika saya menginjakkan kaki di halte kereta dekat gedung Studentenwerk, saya menerima sms dari ibunda Na, berikut petikan smsnya,

"Mbak Wiwin, kenalkan saya mamanya Na, di tempat mbak Wiwin apa bisa tinggal berdua? saya akan bayar kalau memang harus bayar lebih. Maklum saya sudah tua dan tidak mau ada masalah di negeri orang."

Oke, di gedung di mana saya tinggal (dan di semua Studentenwohnheim di Jerman) memang tidak di perbolehkan untuk tinggal berdua. Itu peraturan resminya. Tapi prakteknya banyak juga student yang "hidup bersama" dan tinggal disini dan tidak ada ceritanya "tertangkap" oleh pihak pengelola gedung. Setidaknya selama hampir 2 tahun disini saya belum pernah mendengar cerita itu.

Saya pun mengirimkan sms balasan kepada ibunda Na,

"Halo Tante, tenang aja disini nggak pernah di cek kita tinggal sendiri ato nggak, tetangga sebelah juga suka bawa temannya, jadi tante nggak usah khawatir."

Kemudian beliau pun membalas sms saya,

"Makasih mbak Wiwin, saya cari kamar lain yang bisa untuk berdua saja, semoga mbak Wiwin bisa cari orang lain yang mau mengisi kamar mbak."

WHATTTTT????

iki piyeeee tho...untung saya belum sempat tanda tangan di Studentenwerk, kalau sudah kan jadinya repot. Disini sangatlah berbeda kondisinya dengan di Indonesia, yang mana semua urusan harus di selesaikan dari jauh-jauh hari. Kalau memang keberatan dengan kamar saya, kenapa tidak dari jauh-jauh hari kasih tahu saya, jadinya saya bisa cari orang lain untuk tinggal di kamar saya. Bukan pada saat saya mau tanda tangan kontrak!

@€§$%&/°!"§...aaarrrrrgggghhhh.......

Beberapa jam kemudian, saya pun menerima email dari Na yang intinya meminta maaf atas kejadian ini, dia mengaku sempat bertengkar dengan sang ibunda karena Na merasa malu dengan saya.

Saya pun memulai lagi usaha pemasangan iklan dan melakukan penawaran untuk kamar saya.

Nasib..nasib...

Posted at 01:00 pm by wiwin
Comments (2)  

 
Sunday, February 15, 2009
kasih tak sampai :-D
seseorang seperti apa yang bisa membuatmu jatuh hati?

saya selalu jatuh hati (tsah!!) dengan pria yang bisa membuat saya tertawa dan terpesona dengan kepintarannya. Seseorang yang bisa membuat saya betah berjam-jam mengobrol dengannya, tanpa harus menjadi orang lain. Apalagi dengan pria yang bisa bercerita banyak hal dengan pembawaannya yang selalu menarik. Wah, pastinya saya akan merasa salah tingkah berada di dekatnya :D.

Sayangnya, ini adalah kasih tak sampai. Jadi saya hanya bisa mengaguminya dari jarak jauh.

loh loh..kok jadi curhat ya..Tongue

Posted at 11:48 am by wiwin
Comments (2)  

 
Saturday, February 14, 2009
asalnya dari mana mbak?
Suatu hari saya sedang berjalan menuju kantor pos, kemudian di tengah jalan seorang teman menelepon saya hingga akhirnya saya pun berhenti di depan kantor pos untuk berbicara dengan teman saya ini.

Tiba-tiba ada seseorang yang berkata: Ni Hao ma?

Saya yang merasa tidak kenal dengan orang asing ini pun tetap meneruskan pembicaraan di telepon. Namun orang asing ini pun kembali bertanya: Ni Hao ma?, sambil tersenyum kepada saya.

Akhirnya saya tersadar bahwa orang asing ini sedang berusaha berbicara dengan saya. Tapi...oalah...saya dikira orang Tiong Hoa...

Padahal mata ini bisa di bilang besar dan sama sekali jauh dari kesan sipit.

Kali kedua, ketika handle shower di kamar mandi rusak. Terpaksa saya memanggil pengurus gedung untuk membetulkan handle yang rusak ini. Berhubung saya adalah satu-satunya penghuni gedung yang berjilbab, tentu saja diri ini merasa sedikit terkenal Big Smile (sama sekali tidak ada hubungannya dengan cerita). Sudah beberapa kali diri ini bertemu dengan pak pegurus gedung, entah di lift atau di depan pintu masuk. Kemudian kamipun terlibat sebuah pembicaraan.

Pak penjaga gedung: Halo, apa kabar?
Saya: Baik, terimakasih. Bapak apa kabar?
Pak penjaga gedung: seperti biasa, baik. Hm, maaf, anda berasal dari India ya?
Saya: weeeks...bukan pak, saya dari Indonesia.
Pak penjaga gedung: ooo...dekat Singapura ya?
Saya: err...iya betul (sambil berpikir, kenapa juga si bapak lebih kenal sama Singapura daripada Indonesia, yang jelas-jelas jauh lebih besar dari Singapura?)

Kalau hanya di sangka berasal dari Malaysia sih saya sudah biasa, tapi di sangka dari China atau India...hmm..agak jauh ya dari kenyataan...

asiik...2 minggu lagi bakal ada di rumah!!! can't waitt!!! Wink

Posted at 06:49 pm by wiwin
Comments (4)  

Next Page