Ketika saya berkunjung ke Bandung beberapa bulan yang lalu, saya di berikan buku motivasi diri (ya ya ya, untuk urusan thesis terkutuk inih) oleh seorang teman. Ketika saya membolak balikkan hingga halaman terakhir, ternyata ada sebuah doa munajat di bagian akhir halaman buku tersebut. Subhanallah, doanya sangat indah sekali, cocok untuk saya yang sedang merasa "jauh" dengan Nya.
Ya Allah
Malam ini adalah malam kesekian dalam untaian hari hari merajut asa
Kuhadapkan wajah penuh debu dalam hadirat Mu
Kucoba menggapai nostalgia manis yang pernah teruntai bersama
Ya Allah
Hariku lewat satu persatu dalam ketiadaan
Ketika ku semakin tak menyadari siapa diriku
dan hingga akupun tak tahu siapa Engkau bagiku
Ya Rabbi
Telah sedemikian tebalkah sekat antara kita
Telah begitu kokohkan dinding pemisah antara kita
Hingga tak ku tahu lagi sejuknya siraman kasih Mu
Hingga ku tak pernah lagi rundu berkhalwat dengan Mu
Rabbi
Tak tahu apa yang harus ku sampaikan pada Mu
Merenung dan menatap jalan panjang ke depan?
Rabbi
Bantu aku menghiasi bilik itu
Agar dapat menerangi pori pori kehidupanku
Izinkan aku bernafas dalam buaian Mu
Hingga ringan langkahku dalam ketaatan pada Mu
Tak ada yang terindah selain Engkau dalam jiwaku
Rabbi
Izinkan darahku mengalir dalam dzikir pada Mu
Sungguh Rabbi
Aku rindu
*mengambil air wudhu*