Sewaktu saya pulang ke Indonesia waktu lalu, hampir semua handai taulan dan teman sibuk bertanya apakah saya membawa oleh-oleh hidup bersama saya dari Jerman (baca: pacar bule). Hahaha..
wong saya jauh-jauh ke Jerman bukan untuk cari pacar bule,
ya jangan kecewa kalau saya pulang tidak membawanya
ya.
Entah sudah berapa juta kali *menoyor diri sendiri* diri ini di jodohkan dengan kenalan, saudara sepupu, ipar dari teman-teman. Bukan saya tidak bersyukur, namun kadang mereka yang lebih exicited daripada saya yang jelas-jelas sebagai subjek penderita (loh..loh), kadang membuat saya merasa tidak enak karena di anggap kurang menghargai mereka.
I do, I really do appreciate them, cuma perasaan kadang sulit untuk di paksakan.
Love don't come easy, menurut Phil Collins

. Mungkin karena sifat saya yang agak sedikit sulit untuk langsung akrab dengan orang yang baru saja dikenal, menimbulkan kesan bahwa saya sedikit pendiam dan sombong pada kali pertama bertemu.
Pernah saya menjalani proses perjodohan dari seorang teman baik (yang sedikit kurang waras), setelah kira-kira dua bulan berkirim pesan singkat dan bertemu dua kali, akhirnya sang pria berkata bahwa kita lebih baik hanya berteman.
Belum jodoh barangkali.
Pernah juga saya menerima pesan singkat di kanal maya yang menyatakan untuk berkenalan, tanpa memberitahukan darimana dia mendapat email saya. Saya yang merasa sedikit takut akhirnya cuma menjawab sekenanya. Setelah di telurusi ternyata sang pria adalah keponakan dan ipar dari seorang teman baik yang kebetulan memang mencari pasangan.
Berbagai cara sudah di lakukan para handai taulan yang tentu saja perhatian (dan prihatin) kepada saya karena masih juga belum mendapatkan pasangan sampai sekarang, hahaha (kok jadi
nge-nes gini ceritanya). Pastinya tekanan untuk segera mendapatkan pasangan sudah mulai sedikit menyerang dari berbagai pihak.
"
jangan kebanyakan milih lah jeng, nobody's perfect"
"
jangan ketinggian sekolah, nanti susah cari jodohnya"
"
minta kenalin dong sama temen-temen kamu, katanya punya banyak temen"
Hahahaha..perkataan di atas hanya sebagian kecil saja yang saya terima selama dua tahun terakhir ini.
Hey, I dont choose to be still single at my age now. Hanya saja Yang Maha Pengatur di atas sana sedang mempersiapkan sesuatu yang indah untuk saya

, pastinya dengan cara Nya yang indah. Who knows.
*Terngiang-ngiang lagu Oppie*
Mereka bilang sudah saatnya karena usia
Untuk mencari kekasih hati
Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku
Pada waktu dan cara yang indah